Hai Maut, di Mana Sengatmu? –(Arswendo Atmowiloto)
dari Kumpulan Panduan Puisi Arswendo Atmowiloto
‘Sebutir Mangga di Halaman Gereja’
hai maut, di mana sengatmu?
di sini aku, berdiri teguh
sedikit berpeluh
tapi tetap gagah
tetap tidak goyah
hai maut, di mana sengatmu?
kamu punya sengat
aku punya semangat
kamu punya kuasa dalam dosa
lewat godaan aurat
harta, dusta dan kesombongan
aku punya penebusan
lewat pengampunan
inilah yang disebut kebangkitan
setan-setan lari tunggang langgang. mereka
berkata satu dengan lainnya. “cilaka ua-ua kita.
justru di Cipinang
tempat anak hilang, kita malah keok, jadi
pecundang.”
malaikat-malaikat tersenyum simpul. mereka
berkata dengan lainnya. “puji Tuhan. sengat
telah tumpul.
maut telah jadi mandul.”
hai maut, di mana sengatmu?
di sini aku pernah jatuh
tapi kini sudah berangsur sembuh
dan tak mau kambuh
hai maut, di mana kamu…
maut tak mau dan tak bisa menjawab
sebab mulutnya tertutup lumut
(*fyi 1Korintus15:55b = Hai maut, di manakah sengatmu?)
No comments:
Post a Comment