Tuesday, October 2, 2012

tulisan saya, 220912


Antropologi Medis

Ruang lingkup antropologi medis yang mencakup berbagai faktor di balik kesehatan dan pengobatan menjadikan antropologi medis sebagai salah satu bidang yang amat menarik untuk dikaji lebih dalam. Kajiannya mengenai etnomedisin serta faktor sosial-politik pada bidang kesehatan bagi saya sangat menarik karena ternyata ada begitu banyak hal yang selama ini tidak kita ketahui, seperti misalnya pengaruh politik kesehatan antara tenaga kesehatan (terutama dokter), rumah sakit, dan perusahaan farmasi.
Saya dengan penjelasan ini semakin melihat bahwa secara nyata kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari begitu banyak diskursus-diskursus yang dibuat oleh para pihak pemegang kekuasaan. Saya juga melihat bahwa mereka yang kemudian termarginalisasi oleh adanya diskursus-diskursus ini kemudian seolah-olah menjadi tersugesti, sehingga cenderung menerima saja segala sesuatu yang dikonstruksikan dalam pikiran mereka untuk melakukan apa yang dituju oleh diskursus yang ada itu. Mereka cenderung enggan bertanya dan melakukan konfirmasi mengenai kebenaran informasi yang diberitahukan pada mereka. Contoh nyata yang diberikan misalnya adalah ketika pasien cenderung hanya mengikuti resep yang diberikan ketika berobat ke dokter tanpa bertanya secara lebih detil, contoh ini membuat saya kemudian berkata dalam hati “iya juga ya”.
Hal ini kemudian semakin menarik ketika pembahasan mulai masuk pada pendekatan dalam antropologi medis, terutama pada bagian critical medical anthropology, di mana pemikiran-pemikiran saya pada pembahasan sebelumnya semakin menemukan penjelasan yang lebih tertata. Bagian relasi kuasa, hegemoni, dan kekerasan struktural menjadi bagian yang paling menarik perhatian saya. Saya sendiri sangat pro dengan pendekatan ini dan merasa pendekatan inilah yang paling relevan dengan kondisi masyarakat sekarang di mana alih-alih modernisasi saat ini seringkali menjadi akar dari banyak problema yang terjadi, termasuk dalam bidang kesehatan.
Saya juga mengamati bahwa sebenarnya pendekatan critical medical anthropology ini sendiri tidak bisa dilepaskan dari analisa mengenai media, terutama dalam hal bagaimana media menjadi sumber dan pelakon utama dari penyebaran isu-isu mengenai kesehatan yang disadari atau tidak seringkali dijadikan alat oleh penguasa untuk menyampaikan kepentingannya. Misalnya saja untuk menyebarkan diskursus mengenai bagaimana hidup yang sehat dan pengobatan yang mesti diambil, yang kemudian membentuk pola dalam masyarakat—yang dalam hal ini menaruh kepercayaan cukup besar pada media. Padahal universalisasi mengenai konsep hidup sehat pada kenyataannya menurut saya bukanlah suatu hal yang efektif karena masyarakat sendiri yang begitu banyak dan berbeda. Media di sini saya lihat merupakan salah satu alat kontrol sosial yang cukup efektif dan paling banyak digunakan pada masa-masa sekarang.
Sistem medis sendiri pun kemudian menjadi suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dari analisa critical medical anthropology. Lagi-lagi di sini konsep-konsep yang ada dalam pendekatan ini menjadi sangat relevan dalam kaitannya dengan sistem medis, yang saya amati begitu dekat hubungannya dengan masyarakat, seperti misalnya dalam hal pengetahuan dan praktik-praktik yang berkaitan dengan “sehat” dan “sakit” di masyarakat. Saya kembali menyatakan bahwa media menjadi salah satu pemegang peran sentral mengingat begitu banyaknya informasi yang disebarkan melaluinya, baik informasi (pengetahuan) mengenai kesehatan itu sendiri maupun mengenai praktik-praktik yang berkaitan dengannya (aktivitas klinis dan non-klinis). Media belakangan ini juga menjadi tempat “berkembang biak”-nya berbagai pengobatan alternatif seperti melalui acara-acara keagamaan maupun iklan-iklan mengenai pengobatan alternatif itu sendiri, yang tidak dapat dipungkiri memiliki pengaruh yang besar pada masyarakat.
Hal-hal tersebut membuat saya berpikir bahwa analisa dalam antropologi medis sebenarnya tidak dapat dipisahkan dari analisa mengenai diskursus dan media. Selain karena keduanya memang merupakan hal yang sulit dipisahkan dari segala bidang kehidupan manusia saat ini, juga karena keduanya memiliki pengaruh yang tidak sedikit pada berbagai lapisan masyarakat. Modernisasi menjadikan keduanya begitu penting dan harus ada dalam setiap kajian mengenai kehidupan manusia, termasuk bidang kesehatan yang menjadi isu utama dalam kajian antropologi medis ini.






Referensi

Foster, G.M. dan B.G.Anderson. 1986. Antropologi Kesehatan (Terj. P.P. Suryadarma dan M. F. Swasono). Penerbit Universitas Indonesia. Hal: 41-58.
Foucault, Michel. 1980. Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings, 1972-1977. Knopf Doubleday Publishing Group.
Singer, M. 2004. ‘Critical Medical Anthropology’ dalam C. R. Ember dan M. Ember (ed.)       Medical Anthropology. New York: Kluwer Academic. Hal: 23-31.