Antropologi Medis
Ruang lingkup antropologi medis
yang mencakup berbagai faktor di balik kesehatan dan pengobatan menjadikan
antropologi medis sebagai salah satu bidang yang amat menarik untuk dikaji
lebih dalam. Kajiannya mengenai etnomedisin serta faktor sosial-politik pada
bidang kesehatan bagi saya sangat menarik karena ternyata ada begitu banyak hal
yang selama ini tidak kita ketahui, seperti misalnya pengaruh politik kesehatan
antara tenaga kesehatan (terutama dokter), rumah sakit, dan perusahaan farmasi.
Saya dengan penjelasan ini
semakin melihat bahwa secara nyata kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari
begitu banyak diskursus-diskursus yang dibuat oleh para pihak pemegang
kekuasaan. Saya juga melihat bahwa mereka yang kemudian termarginalisasi oleh
adanya diskursus-diskursus ini kemudian seolah-olah menjadi tersugesti,
sehingga cenderung menerima saja segala sesuatu yang dikonstruksikan dalam
pikiran mereka untuk melakukan apa yang dituju oleh diskursus yang ada itu.
Mereka cenderung enggan bertanya dan melakukan konfirmasi mengenai kebenaran
informasi yang diberitahukan pada mereka. Contoh nyata yang diberikan misalnya
adalah ketika pasien cenderung hanya mengikuti resep yang diberikan ketika
berobat ke dokter tanpa bertanya secara lebih detil, contoh ini membuat saya
kemudian berkata dalam hati “iya juga ya”.
Hal ini kemudian semakin menarik
ketika pembahasan mulai masuk pada pendekatan dalam antropologi medis, terutama
pada bagian critical medical anthropology,
di mana pemikiran-pemikiran saya pada pembahasan sebelumnya semakin menemukan
penjelasan yang lebih tertata. Bagian relasi kuasa, hegemoni, dan kekerasan
struktural menjadi bagian yang paling menarik perhatian saya. Saya sendiri
sangat pro dengan pendekatan ini dan merasa pendekatan inilah yang paling relevan
dengan kondisi masyarakat sekarang di mana alih-alih modernisasi saat ini
seringkali menjadi akar dari banyak problema yang terjadi, termasuk dalam
bidang kesehatan.
Saya juga mengamati bahwa
sebenarnya pendekatan critical medical
anthropology ini sendiri tidak bisa dilepaskan dari analisa mengenai media,
terutama dalam hal bagaimana media menjadi sumber dan pelakon utama dari
penyebaran isu-isu mengenai kesehatan yang disadari atau tidak seringkali
dijadikan alat oleh penguasa untuk menyampaikan kepentingannya. Misalnya saja
untuk menyebarkan diskursus mengenai bagaimana hidup yang sehat dan pengobatan
yang mesti diambil, yang kemudian membentuk pola dalam masyarakat—yang dalam
hal ini menaruh kepercayaan cukup besar pada media. Padahal universalisasi mengenai
konsep hidup sehat pada kenyataannya menurut saya bukanlah suatu hal yang
efektif karena masyarakat sendiri yang begitu banyak dan berbeda. Media di sini
saya lihat merupakan salah satu alat kontrol sosial yang cukup efektif dan
paling banyak digunakan pada masa-masa sekarang.
Sistem medis sendiri pun kemudian
menjadi suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dari analisa critical medical anthropology. Lagi-lagi di sini konsep-konsep yang
ada dalam pendekatan ini menjadi sangat relevan dalam kaitannya dengan sistem
medis, yang saya amati begitu dekat hubungannya dengan masyarakat, seperti
misalnya dalam hal pengetahuan dan praktik-praktik yang berkaitan dengan
“sehat” dan “sakit” di masyarakat. Saya kembali menyatakan bahwa media menjadi
salah satu pemegang peran sentral mengingat begitu banyaknya informasi yang
disebarkan melaluinya, baik informasi (pengetahuan) mengenai kesehatan itu
sendiri maupun mengenai praktik-praktik yang berkaitan dengannya (aktivitas
klinis dan non-klinis). Media belakangan ini juga menjadi tempat “berkembang
biak”-nya berbagai pengobatan alternatif seperti melalui acara-acara keagamaan
maupun iklan-iklan mengenai pengobatan alternatif itu sendiri, yang tidak dapat
dipungkiri memiliki pengaruh yang besar pada masyarakat.
Hal-hal tersebut membuat saya
berpikir bahwa analisa dalam antropologi medis sebenarnya tidak dapat
dipisahkan dari analisa mengenai diskursus dan media. Selain karena keduanya
memang merupakan hal yang sulit dipisahkan dari segala bidang kehidupan manusia
saat ini, juga karena keduanya memiliki pengaruh yang tidak sedikit pada
berbagai lapisan masyarakat. Modernisasi menjadikan keduanya begitu penting dan
harus ada dalam setiap kajian mengenai kehidupan manusia, termasuk bidang
kesehatan yang menjadi isu utama dalam kajian antropologi medis ini.
Referensi
Foster, G.M. dan B.G.Anderson. 1986. Antropologi
Kesehatan (Terj. P.P.
Suryadarma dan M. F. Swasono). Penerbit Universitas Indonesia. Hal: 41-58.
Foucault,
Michel. 1980. Power/Knowledge: Selected
Interviews and Other Writings, 1972-1977. Knopf Doubleday Publishing Group.
Singer, M. 2004. ‘Critical
Medical Anthropology’
dalam C. R. Ember
dan M. Ember (ed.) Medical Anthropology. New York: Kluwer Academic. Hal:
23-31.