Saturday, April 9, 2011

catatan 1


MENGAPA SALING KECEWA?
oleh Kristi Poerwandari
Psikologi, ‘Kompas’ Minggu, 20 Maret 2011 (dengan perubahan)

Perkawinan, hubungan kerja, atau relasi pertemanan yang sehat dan menyenangkan memerlukan “kesalingan”: saling paham mengenai kebutuhan dan peran masing-masing, saling menghormati, dan saling mendukung.
            Selalu ada timbal-balik dalam hubugan. Bila kita kecewa, pasangan, teman kerja, atasan, bahkan organisasi kerja juga memiliki alasannya sendiri untuk dapat kecewa pada kita. Satu hal sangat penting untuk dapat mempertahankan hubungan baik adalah “empati”, yakni kemampuan menempatkan diri dalam posisi orang lain, kemampuan memahami perspektif pihak lain.
            Cara termudah adalah dengan mencoba membuang sejauh-jauhnya prasangka serta kepentingan diri sendiri, lalu membayangkan diri menjadi orang yang ingin kita pahami.
            Kita perlu berbesar hati untuk sungguh-sungguh mendengarkan kebutuhan dan harapan pihak lain agar menemukan konsep bersama yang nyaman untuk semua.
            Kadang manusia kecewa pada diri sendiri, tetapi yang keluar adalah kemarahan dan sikap berkonfrontasi. Kita perlu banyak menemukan sisi positif diri dan kehidupan secara umum agar dapat bersikap lebih lembut pada diri sendiri dan orang lain. Bagaimanapun, pihak lain akan merasa kurang nyaman bila kita berkomunikasi dengan sikap sinis dan merendahkan.

No comments:

Post a Comment